Saya menggunakan motor Mio yang terkenal boros bbm tapi setelah menggunakan Fe-max combo motor. motor menjadi enteng tarikannya, terutama pada saat saya gunakan ditanjakan objek wisata dieng pleatoe (batur-red) yang terkenal sangat curam, saya libas dengan entengnya. BBM juga jadi irit. Fe-max memang sip.
nurul wiyono, Banjarnegara - Indonesia 

Bagai Jamu Kuat dan Tahan Lapar

Harga bensin naik, hidup makin susah. Enggak terkecuali buat bikers yang tiap hari wara-wiri naik motor. Dana transportasi sudah pasti membengkak. Namun, di dalam kesempitan ada kesempatan. Utamanya buat para pebisnis penghemat bensin sepeda motor rame-rame menawarkan peranti yang bagai jamu kuat. Bisa bikin motor tambah kencang, sekaligus tahan lapar, karena diklaim bisa mengirit konsumsi BBM 10% hingga 30%.

Nah, otomotif coba melakukan tes komparasi 6 fuel saver yang beredar di pasaran. Apakah benar adanya dan adakah efek samping saat dipasang? Bahkan dites gabungan antara tiga fuel saver yang berbeda cara kerja. Jangan-jangan hasilnya luar biasa. Lihat yuk hasil ujinya.

Metode Pengujian:

Honda Supra X 125R gres dari PT Astra Honda Motor (AHM) dengan odometer baru 198 km, dipakai sebagai motor penguji. Mesin dinyalakan statis tanpa dijalankan. Putaran dapur pacu disetel konstan pada 4000 rpm dan 7000 rpm yang dipantau lewat takometer digital.

Lantas konsumsi bensin 100 cc diuji pada dua putaran tadi. Lamanya bensin diukur via stopwatch dalam satuan detik. Jika semakin lama, berarti semakin irit. Begitu pula sebaliknya, terlalu cepat berarti bensin boros. Semua fuel saver melewati uji diatas.

Kesimpulan:

Hasil pengetesan keenam fuel saver, ternyata memang menghemat BBM. Persentase pengiritan tentau berlainan, karena punya cara kerja yang berbeda. Rata-rata kemampuan tipe produk bisa anda lihat pada tabel hasil pengujian. Oh ya, saat pengujian Specta Fuel Catalyst, pada 7.000 rpm, timbul gejala overheating dan mbrebet. Bisa jadi, perlu setelan ulang polit air screw di karburator. “Saat kami uji, tidak ada gejala itu” heran Johanes.

Hasil Pengujian

Merk

Vol BBM

Waktu (detik)

Persentas penghematan

Standar *

100 cc

893,82

337,27

-

SFC

100 cc

1.186,46

346,23

17,70%

Motor Save

100 cc

999,44

358,24

9,02%

Magic Jet

100 cc

1.230,60

391,06

26,80%

EFT

100 cc

1.209,24

347,37

19,14%

O-ring

100 cc

1.193,04

361,19

20,28%

Femax

100 cc

1.197,17

368,07

21,53%

Tes Gabungan

Mungkin anda punya pikiran, bila beberapa alat pengirit bensin yang berlainan cra kerja digabungkan bakal bikin konsumsi BBM semakin irit? Kami pun punya pikiran serupa. Namun hasil tes malah bilang, kalau cara tadi justru tidak efisien. Pemakaian bensin lebih boros dari standar dan uang yang keluar jadi tambah banyak. “Cara kerja mereka berlainan, sehingga saling mengacaukan molekul yang sudah benar” raba Collin.

Hasil pengujian

Persentase

Ring Bensin + SFC + Magic Jet

-23%

Femax + Magic Jet + SFC

-7,8%

Magnet

Penghemat bensin model magnetik terbagi menjadi 2 cara kerja. Tipe medan magnet tarik menarik dan tolak menolak. Femax adalah salah satu fuel saver yang memanfaatkan medan magnet tolak menolak. Produk ini diriset oelh PITHE-SAINS dari Yogyakarta.

Sedangkan model tarik menarik ada Motor Save dan Option Ring. Cuma beda kemasan. Motor Save berupa dua kepingan yang dilekatkan pada slang bensin. Namun cara kerja keduanya bertolak belakang dengan Femax, yakni kekuatan magnet tarik menarik dengan kekuatan 12 ribu Gauss. “Konstruksi telah dirancang menyesuaikan kebutuhan motor. Untuk kapasitas mesin sampai dengan 175 cc cukup 1 unit Motor Save” ujar Benjamin K Gunawan, owner BNS Indonesia selaku distributor Motor Save yang dijual ke pasar seharga Rp 135ribu.

Sedangkan Option Ring berupa magnet permanen berbentuk bulat yang dilubangi tengahnya. Pemasangannya dengan memotong slang menuju karbu. “Model seperti ini memberikan efek saling menekan sehingga penyearahan molekul bensin lebih sempurna” promosi Hendra Widjaja, distributor Option Ring.

(Majalah Otomotif Edisi 23:XVI, 10 Oktober 2005)


« Sebelumnya | Selanjutnya »