BIODIESEL
BAHAN BAKAR MESIN DIESEL YANG TERBARU DAN RAMAH LINGKUNGAN
Sebagai salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat, Biodesel Group Institut Teknologi Bandung, dibawah Departemen Teknik Kimia dan Departemen Teknik Mesin ITB telah berhasil mengembangkan bahan baker alternatif berupa Biodesel dalam hal proses produksi dan pengujian-pengujian yang ekstensif pada mesin diesel. Biodesel adalah bahan bakar mesin diesel (solar) yang terbuat dari minyak nabati melalui proses esterifikasi.
Biodesel Group ITB telah mempunyai alat pemroses Biodesel skala pilot dengan kapasitas 450 L/hari, dan produk Biodesel telah diuji coba pada beberapa kendaraan Staff pengajar di ITB selama kurang lebih 3 tahun yang telah menempuh jarak 30.000-38.000 Km dengan menggunakan B10 (campuran Biodesel 10% dengan Solar 90%) tanpa ada msalah pada mesin.
Adapun Biodesel ini telah diuji coba pada kendaraan:
- Mitsibuhi Kuda tahun 2003
- Kijang Diesel tahun 2001
- Chevrolet Trooper tahun 1987
BIODESEL
Karbon netral. Biodesel mengandung bahan alam rantai ester yang diproduksi dari minyak nabati seperti minyak sawit, minyak kelapa, minyak jarak pagar dan minyak berbagai tumbuhan lain yang mengandung trigliserida. Oleh karena itu biodesel adalah bahan bakar yang berasal dari fotosintesa karbon dioksida udara dan ketika terbakar akan kembali menjadi karbon dioksida di udara yang nantinya akan diserap kembali oleh tumbuhan, sehingga emisi gas buang biodesel adalah karbon netral yang tidak menambah kadar karbon dioksida di udara. Hal ini sangat membantu pengurangan efek pemanasan global yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.
Emisi gas buang lokal lebih aman. Emisi langsung kendaraan diesel dengan bahan bakar biodesel lebih tidak beracun dibandingkan dengan bahan bakar solar biasa. Efek pengurangan emisi karbon monoksida yang sangat beracun, efek pengurangan emisi hidrokarbon tak terbakar (unburn hydrocarbon) adalah keuntungan pemkaian bahan bakar biodesel secara langsung di lingkungan manusia. Hal ini dirangkum dalam tabel berikut ini.
| Emisi | B20 | B100 |
| Karbon monoksida (CO) | -12% | -47% |
| Hidrokarbon (HC) | -20% | -67% |
| Asap Hitam | -12% | -48% |
Memperpanjang umur mesin diesel anda. Biodesel memiliki efek pelumasan yang sangat tinggi, sehingga membuat mesin diesel anda lebih awet. Biodesel juga memiliki angka setana relative tinggi mengurangi ketukan pada mesin sehingga mesin bekerja lebih mulus. Pengurangan bioangan setana yang signifikan sehingga akan mengakibatkan mesin diesel menjadi overkeat.
Lebih mudah ditangani
Biodesel memiliki flash point yang lebih tinggi dibandingkan dengan solar, tidak menimbulkan bau yang berbahaya sehingga lebih mudah dan aman untuk ditangani.
Keunggulan Biodesel
- Bilangan Setana Tinggi (diatas 50), yakni bilangan yang menunjukkan ukuran baik tidaknya kualitas solar berdasar sifat kecepatan bakar dalam ruang bakar mesin. Semakin tinggi bilangan setana, semakin cepat pembakaran dan semakin baik efisiensi termodinamisnya.
- Titik kilat tinggi, yakni temperature terendah yang dapat menyebabkan uap biodesel dapat menyala, sehingga biodesel lebih aman dari bahaya kebakaran pada saat disimpan maupun pada saat didistribusikan dari pada solar.
- Tidak mengandung sulfur dan benzene yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami.
- Menambah pelumasan mesin yang lebih baik daripada solar sehingga memperpanjang umur pakai mesin.
- Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun.
- Mengurangi asap hitam dari gas buang mesin diesel secara signifikan walaupun penambahan hanya 5%-10% volum biodesel ke dalam solar.
B10 = Campuran 10% Biodesel dengan 89% Solar.
B100 = Bahan Bakar 100% Biodesel
Alamat:
Institut Teknologi Bandung
Labtek X, Departemen Teknik Kimia ITB
Jl. Ganesha 10
Telp: 022 2500989 ext.405
Fax : 022 2501438
E-mail: biodiesel-itb@che.itb.ac.id



